Putusan Pengadilan Surabaya Bebaskan 2 Polisi Terdakwa Kasus Kanjuruhan, Begini Sikap Keluarga Korban

- Sabtu, 18 Maret 2023 | 16:42 WIB
Ilustrasi putusan pengadilan membebaskan terdakwa kasus Tragedi Kanjuruhan. (Freepik/fabrikasimf)
Ilustrasi putusan pengadilan membebaskan terdakwa kasus Tragedi Kanjuruhan. (Freepik/fabrikasimf)

HALUANJABAR.COM - Pengadilan Surabaya membebaskan dua perwira senior polisi yang dituduh lalai dalam tragedi kerumunan penonton di stadion tahun lalu yang menewaskan 135 orang.

Peristiwa itu memicu kemarahan keluarga korban yang meninggal dalam salah satu tragedi sepak bola terburuk.

Seorang petugas polisi lainnya dijatuhi hukuman penjara selama 18 bulan, tetapi keluarga korban mengatakan bahwa ia telah dihukum terlalu ringan.

Polisi telah disalahkan atas terjadinya kerumunan mematikan pada 1 Oktober di stadion Kanjuruhan di Malang.

Baca Juga: KPU: 60 Persen Pemilih Muda di Pemilu 2024 Tentukan Masa Depan Indonesia, Ini Penyebabnya

Penembakan gas air mata itu terjadi setelah pendukung menyerbu lapangan pasca kekalahan 3-2 Arema FC dari rival sengit mereka, Persebaya Surabaya.

Beberapa kerabat dari 135 korban, termasuk 40 anak-anak, menangis ketika hakim membacakan putusan pada Kamis, 16 Maret 2023 di hari terakhir persidangan.

Seorang pengacara mengatakan bahwa tidak ada keadilan bagi keluarga korban.

Bambang Sidik Achmadi, petugas polisi Malang yang dituduh memerintahkan bawahannya menembakkan gas air mata, dinyatakan tidak bersalah oleh pengadilan di Surabaya.

Hakim Ketua Abu Achmad Sidqi Amsya mengatakan bahwa tuduhan tersebut "tidak terbukti", dan terdakwa bebas.

Baca Juga: Wisata Kampung Budaya Sindangbarang Bogor, Tempat Healing Edukatif untuk Nikmati Quality Time Bareng Keluarga

Petugas polisi Malang lainnya, Wahyu Setyo Pranoto, juga dinyatakan tidak bersalah.

Awalnya, jaksa mengklaim bahwa Pranoto mengabaikan peraturan FIFA yang melarang penggunaan gas air mata dalam pertandingan sepak bola.

Salah satu petugas, Hasdarmawan, dijatuhi hukuman penjara selama 18 bulan. Hasdarmawan merupakan Komandan Kompi 3 Brimob Polda Jatim.

Halaman:

Editor: Sandiyu Nuryono

Sumber: The Guardian

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X